Berdasarkan Data BPS, Tingkat Kemiskinan di Riau Meningkat di 2015

Ilustrasi Kemiskinan (copyright.Int)
PEKANBARU, seputarriau.co - Garis kemiskinan di Indonesia khususnya di Provinsi Riau masih menjadi perhatian penting yang harus terselesaikan. Tingkat kemiskinan yang meningkat tentu akan berdampak pada perekonomian dan juga kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau.
 
Berdasakan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Senin (04/01), Jumlah penduduk miskin di Riau pada bulan September 2015 sebesar 562,92 ribu atau 8,82 persen dari jumlah penduduk Riau. Jumlah ini jelas mengalami kenaikan sebanyak 64,64 ribu jiwa jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2014 yang berjumlah 498,28 bribu atau 7,99 persen dari jumlah penduduk Riau.
 
Secara relatif terjadi kenaikan persentase penduduk miskin, yaitu sebesar 0,83 persen dari 7,99 persen pada September 2014 menjadi 8,82 persen pada bulan September 2015.
 
Data yang diperoleh juga menunjukkan, selama periode September 2014-September 2015, penduduk miskin di daerah pedesaan diperkirakan bertambah 49,38 ribu jiwa, sama halnya dengan di daerah perkotaan diperkirakan relatif bertambah 15,26 ribu jiwa.
 
Tidak hanya sampai disitu, selama periode September 2014- September 2015, Garis Kemiskinan (GK) naik sebesar 10,00 persen, yaitu dari Rp 379.223,- perkapita perbulan pada September 2014 menjadi Rp 417.164,- perkapita perbulan pada September 2015. Peran komoditas makanan terhadap GK jauh lebih besar dibandingkan peran komoditas bahan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).
 
Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap GK pada September 2015 mencapai 73,55 persen. Pada September 2015 GKM Riau adalah sebesar Rp 306.835,- dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) sebesar Rp 110.329,-.
 
Selain itu, Pada periode September 2014-September 2015, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan. Pada bulan september 2014, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) sebesar 1,198 naik menjadi 1,453 di September 2015, dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) pada September 2014 sebesar 0,288 naik menjadi 0,446 pada September 2015. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin relatif menjauh pada garis kemiskinan ketimpang pengeluaran penduduk miskin relatif naik.
 
 
(ATP)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar